Masa kecil adalah saat dimana kita menjadi seorang anak yang polos dan seperti selembar kertas putih yang kosong dan belum terisi.
Banyak pengaruh yang diberikan oleh orang lain membuat anak membentuk karakternya sendiri
Bagaimana cara si anak dalam bermain dengan teman sebaya-nya..
Bagaimana cara si anak ketika mengalami permasalahan dengan temannya..
Bagaimana cara si anak belajar untuk mengerti mana yang benar dan mana yang salah..
Bagaimana cara si anak bersikap dalam kehidupannya sehari-hari..
Darimana dia belajar, siapa yang menjadi modeling bagi dirinya..
Masa kecil adalah masa yang menyenangkan, dan bisa juga menjadi masa yang tidak menyenangkan bagi si kecil, apabila tidak mendapatkan pola asuh dan lingkungan yang baik.
Saat anak berada pada usia 0-5 tahun, merupakan masa yang disebut "Golden Age",
anak memasukkan semua yang dia terima, dirasakan, didengar, dan dilihat pada usianya itu.
Maka itu, banyak anak yang pada usia segitu mampu mengingat apa yang dilihat dan didengarnya, juga mampu meniru apa yang dilakukan orang-orang terdekatnya.
Oleh karena itu, berhati-hatilah saat anak-anak berada pada usia tersebut.. Sebagai orang tua dan orang terdekat si anak, kita harus membentuk lingkungan yang baik dan dapat dijadikan modeling bagi si anak. Jangan sampai salah dalamm mendidik.. Karena, apa yang anak terima saat masa Golden Age, maka akan diingat terus hingga dewasa nanti, dan dapat menimbulkan pembentukan karakter pada anak secara tidak langsung.
 |
| It's Me, when my birthday |
 |
| It's Me, at my home |
Sewaktu masih kecil saya merupakan anak yang paling disayang, dianggap seperti anak boneka karena mata saya yang besar, selain itu saya merupakan anak paling bontot. Menjadi anak bontot gak selamanya enak, ada juga saat dimana kita terlalu dimanja, sehingga tidak terbentuk sebagai anak yang mandiri (*walaupun sebenarnya balik lagi ke pribadi masing-masing yak).
Sewaktu masih kecil banyak pengalaman yang saya ingat dan membekas di otak.
* Mulai dari pengalaman mencakar anak cowo yang mengganggu saya,
* Bermain dengan gosokan (baca: setrika) sehingga mengakibatkan tangan saya membentuk tanda peace (dua jari ^^V),
* Jatuh dari tangga karena suster yang menjaga saya malah pacaran,
* Meminum air teh yang masih benar-benar panas sehingga lidah saya melepuh, mengakibatkan saya harus banyak minum air dingin,
* Jatuh dari sepeda hingga masuk got (baca: selokan),
* Bermain dengan gunting sehingga mengakibatkan tangan saya terluka dan harus dijahit,
* Sampai saat yang paling parah adalah saat kelas 5 SD, saya memanaskan sepeda motor papa sendirian, dan ternyata malah menginjak gas, dan motor tersebut melaju dan saya menabrak kaca.
* Guru saya menusuk kepala saya dengan menggunakan sebuah pulpen, sehingga berdarah, tapi saya tidak menangis.. (*ANEH)
* dan masih banyak lagi.....
Semua itu membekas dalam ingatan saya, menjadi saya terlahir sebagai pribadi yang luar biasa nakalnya saat masih kecil, seperti anak tomboy yang tidak terkendalikan (#jujur loh).
Namun, semenjak saya pindah SMP di tangerang, saya mulai berubah, mulai tahu mana yang baik dan mana yang benar, lingkungan saya pun mempengaruhi, sehingga saya menjadi pribadi yang baru lagi, mulai mengenal cara berpakaian dan menjadi sedikit feminim, dan sedikit lebih kalem, serta selalu menjadi tempat curahan hati teman-teman (*benar-benar berbeda dengan sewaktu saya masih SD di Jakarta).
Sering berjalannya waktu, bertambah dewasa, saya mulai mengenal karakter yang terbentuk dalam diri saya. Sampai pada waktu saya mendapatkan keponakan yang pertama, saya mulai belajar untuk mencoba mengenal bagaimana proses terbentuknya suatu karakter seorang anak.
 |
| bergaya mode ON |
 |
| Gaya centil.. |
 |
| The best SMILE |
Keponakan saya yang pertama namanya Darren (laki-laki), usianya genap 4 tahun, pada tanggal 7 Juni 2012 kemarin.. Dia merupakan anak yang cepat tanggap, dan kemampuannya dalam mencerna apa saja yang diterimanya sangat tinggi. Dia dapat dengan cepat dan mudah menangkap apa saja yang kita beritahukan padanya.
Hanya saja ia memiliki temperamen yang keras, jika tidak dituruti sedikit saja, langsung memberontak, dan dapat memukul orang yang ada disekitarnya (*mungkin dikarenakan pergaulannya dengan teman-temannya di sekolah). Nah, bagaimana caranya agar dapat mengatasi sifatnya yang keras tersebut? seharusnya bisa dibantu untuk berubah kan? Tapi sekali lagi ini dikarenakan karakternya sudah terbentuk, Ia melihat dari teman-temannya aksi mencakar, menendang, maka dia pun ikut-ikutan (*modeling yg salah).
Sekarang ini saya sedang mempelajari bagaimana cara mengatasi temperamental anak yang keras, harus dibagaimanakan agar tidak makin parah? Apakah harus dengan kelembutan? atau dibalas dengan kemarahan dan emosi? Bagaimana agar karakternya tidak menjadi buruk?
Belajar tentang anak-anak tidak akan ada habisnya.. Banyak kepolosan, banyak tingkah laku menarik yang dapat diobservasi dan diteliti.. #sangat menarik.
Selain itu, keponakan saya yang kedua yang baru lahir adalah anak perempuan, besok tanggal 16 Juni 2012,
tepat usianya 3 bulan, namanya Ivy (perempuan). Baru-baru ini saya
menjadi ibu baptisnya, hehe... ^^. Dalam usia yang relatif masih kecil
ini, karakternya masih belum terbentuk dengan sempurna. Hanya saja dalam
usianya yang masih kecil ini, dia terlihat lucu, terkadang ia seperti
sedang bermain dengan dunianya sendiri. Dalam tidurnya kerap kali saya
melihat tiba-tiba ia seperti menangis, terkadang seperti sedang tertawa.
Kata orangtua, anak saat-saat seperti itu sedang bermain di taman
bunga, menangkap kupu-kupu. HAHAHA... ada-ada saja... >.<"
 |
| kiss before Ivy go to sleep... :) |
 |
| Play and Fun with Ivy |
Banyak tingkah laku si kecil yang lucu dan menggemaskan, terkadang ia dapat membuat dan mencairkan suasana dengan senyumnya, dengan suaranya yang menggemaskan.. Harus dinikmati, harus disyukuri, saat-saat seperti ini sangat menyenangkan.. menemaninya bermain dan menjaganya saat tertidur adalah saat-saat yang tidak dapat diputar ulang, dan tidak dapat dibeli. :)
Kedua keponakan saya ini sangat lucu juga berkarakter.. Usia mereka yang relatif masih kecil, masih dalam lingkup Golden Age, maka masih harus dijaga dengan baik, diberi perhatian, kasih sayang serta pembelajaran yang baik, agar tidak terbentuk karakter yang tidak diinginkan. Berhati-hatilah menjadi orangtua, agar tidak terbawa emosi ketika anak menjadi nakal, tidak terlalu memanjakan anak, dan tidak membuat anak menjadi terlahir dengan karakter yang buruk.
Impian saya, saya ingin membuka usaha DAY CARE, dimana menjadi tempat penitipan anak dengan berlandaskan kasih sayang, membuat anak menjadi betah serasa di rumah, dan membantu proses pembentukan karakter anak, agar tidak menjadi karakter yang buruk. Dengan bermain sambil belajar dan sistem kekeluargaan, maka anak akan merasa lebih nyaman... #mywish... ^^ (*saat ini saya berusaha untuk mempelajari lebih dalam lagi tentang pembentukan karakter anak).
Dari kecil, saya memang sudah menyukai anak kecil, apabila ditanya "sudah besar mau jadi apa?" (*seperti lagu susan); saya pasti menjawab, "mau jadi dokter anak", segala sesuatu yang berhubungan dengan anak-anak. Pernah suatu ketika, di mall, saya yang saat itu masih kecil, begitu senang saat melihat anak kecil (*baca: bayi) sedang digendong maupun saat bayi tersebut berada pada dorongan bayi, rasanya ingin bermain dengan mereka. Padahal saat itu saya masih kecil juga.. Ternyata naluri kesukaan terhadap anak kecil sudah ada dari saat saya masih kecil.
Berikut adalah beberapa kumpulan foto anak-anak yang saya foto, lihat wajah polos mereka, sangat menggemaskan.. :)
 |
| My Name is Nicholas (*Darren Friends) |
 |
| My Name is Natalie (*Darren Friends) |
 |
| Me with Darren and Edward (*at Cc IKA's home) |
 |
| At Batam, with two twin children.. |
 |
| With anak lingkungan gereja (*lupa namanya) |
 |
| Anaknya temen cc Yenny |
 |
| My name is Xavier... (*the cute princess) |
 |
| Darren'z friends at ABBA Kids |
 |
| Me with Darren and James, at Kidztania |
| |
| Me with Catherine (*the cute girl) |
|
|
|
|
|