Love is Service

Love is Service
Tampilkan postingan dengan label Firman Gereja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Firman Gereja. Tampilkan semua postingan

Minggu, November 18, 2012

Membaca Tanda-Tanda (Firman gereja hari ini)

Sejak jaman awal membaca tanda-tanda merupakan hal yang penting dalam memutuskan sesuatu.

Sebagai suatu contoh ketika orang mau berpergian menggunakan perahu, mereka akan mencoba memprediksi mata angin, atau untuk menentukan arah, mereka melihat bintang-bintang dan membaca astronomi.

Ketika sudah diprediksikan berdasarkan pengalaman, maka orang mulai memutuskan sesuatu. Pengenalan akan tanda-tanda bagi seseorang yang hidup dan biasa dalam situasi yang sama bertahun-tahun merupakan hal yang lebih mudah, dibandingkan dengan orang yang baru di tempat dan situasi yang berbeda.

Sebagai contoh, seseorang tinggal pertama kalinya di daerah Chicago, Amerika. Ia tidak pernah memikirkan mengenai cuaca. Kalau mau pergi, maka ya pergi saja. Suatu ketika di musim dingin, ia mengenakan baju tebal dan ingin ke luar berbelanja untuk masak. Begitu iia lewat kamar seorang teman, temannya menegurnya dan melarangnya keluar. "Kamu tidak tahu bahwa hari ini akan terjadi 'Thunder Storm' (Badai)."

Orang-orang sudah diingatkan televisi supaya tidak keluar rumah. Dari situ ia mulai mengerti bahwa sebelum ke luar seharusnya ia mengecek cuaca yang akan terjadi pada hari itu.

Membaca tanda-tanda merupakan hal yang biasa dalam berbagai segi kehidupan. Tergantung masalah "jam terbang" bagaimana seseorang dapat memprediksi apa yang akan terjadi.

Seorang dokter sebelum memutuskan penyakit tertentu, ia akan mengecek tanda-tanda yang ada. Setelah mengetahui jenis penyakitnya, baru diputuskan obat apa yang perlu digunakan.

Seorang guru melihat nilai-nilai muridnya untuk mengidentifikasi tingkat kecerdasan murid-muridnya.

Hari ini Yesus mengingatkan akan tanda-tanda akhir jaman, para murid diminta untuk dapat melihat kapan akan terjadinya. Cara melihatnya adalah terjadinya tanda-tanda. Waktu persisnya tidak ada seorangpun yang akan tahu, bahkan anak pun tidak. Jika kita membandingkan dengan peristiwa "kiamat" sebelumnya di dalam teks Kitab Suci kita dapat menangkap peristiwa Sodom dan Gomora, serta Kisah Nabi Nuh.

Sodom dan Gomora hancur, ketika tiada seorang benar pun di dalam kota  tersebut. Kisah Nabi Nuh mengungkapkan ketidakpercayaan orang pada Tuhan dan mereka banyak berbuat dosa. Hanya orang benar yang diselamatkan yaitu Nuh.

Jika demikian tanda-tanda jaman yang dapat dibaca adalah ketika mulai terjadinya dosa, dan membawa oorang menjauh dari Tuhan. Jika kita mencoba mengartikannya dalam konteks "kiamat" dalam diri kita bukann akhir jaman adalah ketika kita mulai dikuasai dosa, dan mulai menolak pendampingan dan bimbingan Roh Kudus. Kita akan semakin menjadi jahat dan akhirnya banyak orang membenci dan kehilangan rahmat kasih dalam diri.

Yesus mengajarkan murid untuk membaca tanda-tandanya. Artinya adalah waspada terhadap kedosaan kita sendiri dan orang lain. Untuk itulah para murid diajak berefleksi, tetap setia dan berusaha mempertobatkan orang lain sehingga kiamat itu tidak terjadi. Mereka yang setia sampai akhir akan memperoleh keselamatan. 

SEJAUH MANAKAH KITA DAPAT MEMBACA TANDA-TANDA YANG TUHAN YESUS TUNJUKKAN PADA KITA???

Minggu, November 11, 2012

MEMBERI DARI KEKURANGAN (Firman Gereja Hari Ini)

 


Setiap orang tentunya akan berpikir bahwa memberi itu seharusnya dari kelimpahan atau kelebihannya. Selalu di identikan dengan orang kaya yang selalu memberi sedekah kepada orang miskin. Bila seseorang memiliki lebih, maka wajar dia berbagi kepada sesamanya.

Namun, ternyata hal itu tidak berlaku bagi orang yang mau mengikuti Kristus. Yesus membalikkan pandangan yang umum itu dan mengatakan bahwa yang berkenan di dalam pandangannya adalah bukan jumlah uang yang diberikan, melainkan sikap batin dan persembahan tulus dari orang tersebut.

Ternyata hukum ilahi itu berbeda dari hukum duniawi. Walaupun sesungguhnya hukum ilahi itu mendukung yang duniawi. Namun, bagaimana hal ini di jelaskan?

Yesus mengatakan bahwa tindakan janda miskin yang memberi dari kekurangannya adalah tindakan yang dipuji oleh Tuhan. Si janda miskin mungkin malu-malu datang ke tempat persembahan dan memasukkan uang yang sedikit itu. Sementara ia melihat orang lain memberikan dalam jumlah yang besar.

Kemungkinan yang ada adalah kotak persembahan itu transparan, sehingga Yesus dan orang-orang lain tahu jumlah uang yang diberikan setiap orang. Orang-orang kaya akan mendapatkan pujian, ketika yang diberikan adalah dalam jumlah yang besar. Sedangkan janda miskin tidak akan dipandang mata oleh orang lain karena memberinya sedikit.

Jika kita merenungkan tindakan janda miskin itu kita akan melihat kenyataan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Orang yang dipandang oleh dunia adalah mereka yang sukses dan memiliki uang yang banyak. Orang yang memiliki talenta besar dan setiap orang merasa kagum akan talenta yang dimilikinya.

Akibatnya mereka yang tidak memiliki kekayaan dan talenta besar merasa tidak mampu memberikan yang berarti kepada orang lain.

Seringkali kita menemukan dalm kegiatan di lingkungan, ketika ada yang terpilih menjadi ketua lingkungan terjadi penolakan. "Maaf saya tidak bisa", karena saya kurang dalam hal memimpin dan sebagainya.

Kita merasa diri lemah. Justru kalau kita mau belajar dari teks kitab suci hari ini, tanggal 11-11-2012. Menerangkan bahwa "DALAM KEKURANGAN KITA MAU MEMBERI", maka kita akan berkenan di hadapan Tuhan. Yesus memandang kesungguhan hati seseorang dalam memberi kepada orang lain.

Jika saja semua orang mau berbuat sesuatu bagi orang lain maka hidup di dunia ini akan lebih indah.

Banyak dalam teks kitab suci, mengatakan bahwa orang yang dipilih oleh Tuhan adalah mereka yang tidak memiliki kemampuan. Saul dipilih, walaupun dia adalah orang yang lemah dari sukunya yang juga adalah suku yang paling kecil di Israel. Daud dipilih, walaupun penampilannya tidak perkasa, dan seterusnya.

Allah memilih mereka unuk menyatakan bahwa yang lemah menjadi kuat karena Allah yang menuntun mereka. Jika kita mau berbagi dari kekurangan yang kita miliki, maka sesungguhnya kita berkenan di hadapan Tuhan. Dengan demikian rahmat-rahmat akan diturunkan dalam hidup.

Rahmat yang dimaksud adalah segala sesuatu yang dapat membuat kita bahagia dan merasa damai dalam hidup ini. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa melalui memberi dari kekurangan yang kita lakukan, kita membiarkan Tuhan berkarya dalam hidup, sehingga hidup kita adalah berkat bagi orang lain. Kehadiran kita mendukung kehidupan dunia yang lebih baik.


"MARI MENJADI BERKAT BAGI SESAMA"