Love is Service

Love is Service
Tampilkan postingan dengan label Pikiran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pikiran. Tampilkan semua postingan

Senin, November 26, 2012

Think Positive for a better future! Leave Negative Thinking!


Think Positive! for a better future!

Apabila ada pikiran positif, ada pula pikiran negatif. Pikiran negatif ini menimbulkan sikap dan perbuatan yang negatif pula. Hingga raut wajah dan gestur tubuh menjadi negatif.

- Aryo, 2011 -

Berbagai macam pikiran negatif yang terbentuk terkadang dapat menjadi penghalang bagi kita untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang positif.

Berikut adalah beberapa contoh pikiran dan tindakan yang negatif.

MENCELA

"Si botak! Eh, pitak sini lo! Boncel! Si Gendut!" ~ ~ Sapaan-sappaan ini yang sering kita ucapkan atau bahkan kita terima waktu masih kecil. Paling mudah memang mencela orang atau mengejek orang lain.

Sikap mencela dapat mengakibatkan hilangnya semangat menghargai orang lain. Padahal kan orang lain juga ingin dihargai keberadaannya. Ketika kita mencela orang lain, berarti kita telah mengirimkan pesan ke pikirannya dan memintanya untuk membuka seluruh file celaan yang tersimpan dalam memorinya agar digunakan untuk mencela orang.

Singkat cerita, apabila kita mencela orang lalin, berarti kita telah mencela diri sendiri dan kita menggiring orang yang telah kita cela, untuk berbuat yang seperti kita lakukan kepadanya yaitu mencela orang lain.

MENGKRITIK

Pernahkah kamu mengkritik orang lain? Apa yang kamu rasakan terhadap orang yang kamu kritik? Puaskah? Lalu bagaimana perasaan dari orang yang kamu kritik? WARNING! Hati-hati kritikan itu dapat mengakibatkan sakit hati, lemas pikiran, dan bad mood..

Kritik yang kamu berikan jangan diarahkan pada pribadi seseorang, karena manusia itu bukan pikiran dan bukan perilakunya. Kita harus bisa membedakan antara pribadi dan perilaku. Jika tidak menggunakan cara yang santun, kritikan akan sangat mungkin mengundang reaksi yang keras karena berhubungan langsung dengan pemahaman orang lain yang meliputi nilai-nilai, keyakinan, prinsip, persepsi, dan pemahaman tentang sesuatu.

Kritik juga dapat menyebabkan orang yang dikritik merasa sendirian dan tidak berguna. Dengan kritik seseorang akan merasa tidak berguna dan urang berarti dibandingkan orang yang mengkritiknya. Oleh karena itu, kritik berdampak negatif dan memancing amarah. Boleh berkritik, tetapi dengan santun, yang masih dalam etika baik.

MEMBANDING-BANDINGKAN

Ada tiga jenis membanding-bandingkan, yaitu sebagai berikut :

1. DIRI sendiri -- ORANG LAIN

Membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Contohnya, membandingkan kelemahan diri sendiri dengan kelebihan orang lain. Dalam segi postur tubuh, misalnya tubuh kita pendek, lalu kita membandingkan dengan teman kita yang memiliki tubuh tinggi dan tegap. Hasilnya kita akan merasa rendah diri, dan merasa diri kita kurang dari orang lain. 

2. Kondisi SAAT INI -- MASA LALU

Membandingkan kenapa keadaan saat ini berbeda dengan yang dulu.. Dulu dimanja, apapun yang diinginkan selalu dipenuhi, tapi sekarang tidak! Hal ini mengakibatkan rasa tidak puas dan tidak bersyukur atas apa yang telah didapatkan saat ini. 

3. SESEORANG -- ORANG LAIN

Membandingkan pacar sendiri dengan pacar teman. Membandingkan dari segi sikap. Contohnya, pacar teman lebih perhatian dibandingkan pacar sendiri yang lebih cuek. Apakah kamu tega membandingkan pacar sendiri dengan pacar teman, hanya karena keinginanmu tidak terpenuhi?

MENYALAHKAN ORANG LAIN

"Ah, nilai gue hancur kan semester ini! Ini semua gara-gara loe, ajak gue keluar main melulu, coba kalo nggak, kan nilai gue gak bakal jelek kayak begini."

Kalimat diatas adalah kalimat yang mudah diucapkan ketika keadaan saat ini tidak sesuai dengan yang diinginkan. Mudah sekali memang, menyalahkan orang lain atas kegagalan yang diperoleh. Padahal bisa saja karena kesalahan diri sendiri, tapi kalian malah menyalahkan orang lain. Sikap ini berbahaya karena dapat mengakibatkan malas, tidak produktif, dan berpangku tangan.

BERALASAN

"Ah, saya kan masih muda, saya kan masih belajar, saya kan belum berpengalaman, dan lain-lain."

Usia muda bukanlah suatu halangan untuk sukses mengerjakkan impian yang diinginkan. Bukan karena mentang-mentang masih muda maka malas untuk bekerja. Terlalu banyak alasan membuat kita menjadi malas dan selalu memperbesar pikiran negatif.

MEMBENARKAN

Membenarkan segala sesuatu yang ditemuinya agar ia tidak perlu melakukan apapun karena semua yang terjadi sudah di skenariokan. Orang yang memiliki tipe seperti ini, lupa bahwa segala sesuatunya tidak mungkin langsung jadi, tapi butuh proses yang panjang untuk mencapai semua yang didapatkan.. 


LARI

Pikiran negatif dalam kehidupan sehari-hari adalah lari dari masalah dan kenyataan yang ada. Tipe orang ini tidak mengakui dan tidak siap dalam menghadapi perubahan dalam hidup. Ada masalah, tak mau menyelesaikan, tetapi malah lari dari masalah, bahkan menghakimi dirinya sendiri. 

Saya bodoh! tidak bisa menghadapi masalah ini. Negatif saja kepada orang lain. Padahal orang lain tidak ingin melihatnya seperti pikirannya. Pikiran terlalu pendek menganggap orang lain tidak ada dan tidak menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya.


Negative! Please get out on my mind!

Nah, banyak kan hal-hal yang dapat membuat kita menjadi sering berpikiran negatif. Sekarang, bagaimana caranya agar kita dapat mengurangi pikiran yang negatif tersebut? 

Mari teman, tanamkan pikiran yang positif, maka hasil yang kita dapatkan adalah positif juga.... Jika hanya terus menerus menanamkan pikiran yang negatif, seperti CURIGA, IRI HATI, MENYALAHKAN DIRI SENDIRI, dll.. Sampai kapan? 

Let's Think Positive! Negative get out on my mind, please!

Sabtu, Oktober 15, 2011

NEGATIVE THINKING!!! Get Out on my mind!!


Dalam diri kita tentunya terdapat dua pemikiran, yaitu PIKIRAN POSITIF dan PIKIRAN NEGATIF..

Pikiran negatif adalah sebuah proses pemikiran yang menggambarkan sisi buruk dari sesuatu yang dilihat dan dialami manusia..

Pikiran negatif muncul dari sifat curiga, dibesar-besarkan oleh kekhawatiran, dan diperparah oleh rasa cemas..

Pikiran negatif dapat membuat Anda tidak tenang, menghilangkan rasa bahagia, dan memupus harapan..

Kali ini saya ingin menceritakan mengenai pikiran negatif membuat kita sulit mencari pasangan.

Ketika seseorang telah memasuki masa lajang dan sudah waktunya untuk mencari pasangan, maka tuntutan agar Anda segera menikah akan sering didengar. Akan tetapi Anda akan kesulitan mendapatkan pasangan ketika Anda dikuasai oleh pikiran negatif. Berikut ini adalah beberapa pikiran negatif yang dapat menyulitkan seseorang untuk mendapatkan pasangan antara lain:

1. Trauma pada Masa Lalu

Kita mungkin pernah mengalami sakit hati dengan orang yang pernah begitu kita cintai yang kemudian mengkhianati kita. Trauma masa lalu ini kemudian membuat kita malas untuk mencari pasangan yang baru. Kita begitu khawatir dan curiga kalau pasangan baru kita nantinya juga akan mengkhianati kita.

2. Terlalu Pemilih

Sikap terlalu lama dalam memilih pasangan juga kurang baik. Dalam hal ini, kita sebenarnya bukan tidak mau memiliki pasangan, akan tetapi kita masih mencari-cari orang yang sempurna menurut kita. Kita khawatir orang yang tidak sempurna tidak akan membahagiakan kita nantinya (*jujur ini satu pernyataan yang paling saya tidak suka, bahagia bukan diukur berdasarkan kesempurnaan seseorang). Padahal, di dunia ini tidak ada manusia yang sempurna. Setiap orang pasti memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing.

3. Merasa Sudah Terlalu Tua

Karena saking fokusnya kita untuk meningkatkan karier, kita sampai melupakan untuk mencari pasangan. Ketika usia sudah tua, kita baru ingat kalau kita belum memiliki pasangan. Tetapi, kita kemudian mengurungkan niat untuk mencari pasangan dikarenakan merasa malu bahwa kita sudah terlalu tua. Lalu kemudian kita merasa lebih baik sendirian saja.

4. Terlalu Curiga pada Calon Pasangan

Kadang kita khawatir jika punya pasangan, maka dia hanya akan pura-pura sayang atau hanya menginginkan harta benda kita. Kita takut pasangan kita itu nantinya tidak akan mencintai kita tapi hanya mencintai kekayaan kita saja (*pemikiran yang bodoh, makanya cari pasangan yang kita kenal sejak dia berada di bawah, lalu bersama-sama berjuang naik ke atas). Saking khawatirnya, kita kemudian memilih untuk tidak mencari pasangan dan lebih senang memilih hidup sendirian.

5. Menunggu Ada Orang yang Mengatakan Cinta pada Kita

Kita terlalu khawatir bahwa harga diri kita akan turun jika menyatakan ungkapan cinta lebih dahulu. Padahal, mengungkapkan rasa cinta pada seseorang bukanlah sesuatu yang buruk, melainkan suatu bentuk kejujuran. Kita mau jujur dengan diri kita sendiri dan orang lain tentang perasaan kita kepadanya.



Sekarang saatnya kita menghindari KETIGA sifat dasar pikiran negatif yaitu, CURIGA, KHAWATIR, CEMAS...

Rabu, Juli 27, 2011

Pikiran - "Hidup adalah Masalah"

"Apa yg terletak di belakang kita dan Apa yang terletak di Hadapan kita adalah Masalah-masalah dengan apa yang terletak di dalam diri kita"

Tentu kita ketahui, dalam hidup setiap manusia pasti selalu saja diliputi oleh masalah. Setiap aktivitas yang kita lakukan sehari-hari pada dasarnya berpotensi menghasilkan masalah-masalah.

Bisa saling berkaitan satu sama lain,
Antara manusia dengan lingkungan sekitar.

Suatu perbedaan jika dianggap sebagai sesuatu yang membatasi, maka bisa mendatangkan masalah baru.

Bahkan mungkin pula adanya sikap tidak menerima terhadap perbedaan, seringkali melatarbelakangi lahirnya perpecahan dan masalah-masalah yang besar.

Tapi, jika kita bisa berpikir lebih bijak dan menjadikan suatu perbedaan sebagai kekuatan dan berjalan dengan damai, maka kita mampu menyadarinya.

Oleh karena itu, masalah ada bukan untuk dicari, tapi untuk dipecahkan secara baik dan profesional.

Seperti apapun masalah yang kita hadapi, kita harus yakin dan optimis mampu menyelesaikannya secara baik dan benar.

Jadi, jangan pernah kalian menyerah terhadap masalah-masalah Anda sendiri.
Pahamilah dan berpikir positif,
Yakinkan diri, Anda pasti bisa mengatasinya!!

Percaya bahwa setiap masalah memiliki jalan keluarnya sendiri.

Ingat Tuhan itu baik, ia menciptakan masalah dalam diri kita, supaya kita dapat belajar menjadi pribadi yang lebih baik.

Dan ingat juga, bahwa Tuhan juga tidak lupa memberikan kita petunjuk dan jalan keluar, untuk menolong kita menemukan cara mengatasi masalah kita itu.

Tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan! Semua itu bergantung lagi pada diri kita masing-masing sebagai pribadi yang utuh.. :D